Sabtu, 08 September 2012

Minggu

Hai, minggu.. Aku senang saat kubuka mata engkaulah yg kusapa. Ya.. senang, meski tak ada beda hari saat pejamkan dan buka mata. Minggu, bantu aku lewati kamu ya. Jika mampu, bantu juga aku nikmati kamu. Hari ini akan aku ijinkan sinar mataharimu menerobos jendela kamarku. Tak akan lagi kututup diriku dalam keangkuhan.

Rabu, 22 Agustus 2012

Ibuuu....

Apa yg ibu rasakan? Apa yg ibu pikirkan? Setakut apakah ibu sekarang? Sesakit apa ibu? Katakanlah.. Teriakkanlah.. Menangislah ibu.. Ibu tak perlu menyembunyikannya lagi, tak perlu menahannya lagi.. Sudah tak ada lagi aku di hadapan ibu, ibu bisa meluapkan segala kesakitan ibu.. Tenanglah, aku tak akan melihatnya, tak akan sedih, percayalah ibu, aku disini senang, bahagia dan baik-baik saja.. Ibu harus semangat, harus sehat, harus percaya kesembuhan akan datang.. Kita sama-sama minta ke Tuhan ya, bu.. Aku janji akan jadi anak ibu yg baik, patuh, sayang terus sama ibu.. Aku juga janji akan selalu menyayangi ayah, orang yg sangat kita cintai.. Ibu jangan khawatir, aku juga sayang sama kakak-kakak serta cucu dan saudara ibu.. Yg terpenting ibu harus semangat terus, harus sehat.. Ada ayah yg selalu siap menemani ibu berobat.. Banyak dokter, banyak obat disediakan Tuhan, pasti ada yg bisa menyembuhkan ibu.. Ibu.. jangan pernah sungkan bercerita apapun padaku, tentang apapun termasuk keadaan ibu yg sesungguhnya.. Tak akan menjadi beban jika ibu menceritakan padaku.. Jangan ditahan, ibu.. Jangan.. Ya Tuhan.... ulurkanlah lenganMu untuk ibuku.. Tolonglah beliau.. Hilangkanlah sakitnya.. Jangan biarkan beliau merasakan penderitaan.. Ibu sangat kami cintai, Tuhan.. Ibu begitu baik.. Sangat baik.. Bahagiakanlah beliau..

Rabu, 01 Agustus 2012

Setan Vs Setan

Kosong? Bukan! Linglung? Bukan juga! Sedih? Sepertinya bukan! Gusar? Sama sekali bukan! Cemburu? Mungkin iya. Kamu gila! Bukan, hanya trauma. Kenapa? Takut saja. Kehilangan? Bisa jadi. Ada yg lebih menakutkan dari kehilangan kah? Ada. Apa? Trauma itu juga dialami olehnya. Jangan tempatkan segala situasi dengan yg pernah kau alami! Itu yg sedang kucoba. Cobalah juga untuk berfikir jernih! Sedang diusahakan. Redakan hati dan pikirmu itu! Menurutmu, memangnya apa yg sedang aku lakukan? Kau merindukannya? Bisakah kujawab ‘lebih dari itu?’ Apa? Pesan. Begitu ketakutankah kau? Bisa dibilang seperti itu. Kalau begitu sampaikan! Sungkan. Karena kau tak ingin dia merasakan ketakutan yg sama? Kau tau lah. Jadi, kau akan tetap membiarkannya tidak tau? Bisa jadi. Artinya kau akan tetap dalam ketidaktenangan seperti ini! Setelah kupikir- pikir ini lebih baik. Sampaikan dengan cara yg lebih baik! Hmm? Dengan mencari waktu dan kata- kata yg tepat mungkin? Kau yakin aku harus lakukan ini? Harusnya kau lebih tau dari aku kan? Akan aku coba. Fokuslah dulu ke kerjaanmu sekarang! Aku mulai menyukainya. Hari ini, cobalah cari kesenangan lain di dalamnya! Supaya aku tidak setengah- setengah ya? Supaya kedamaian bekerja bersamamu. Begitu? Iya, setelah itu, damaikan hati dan pikirmu dengan menyampaikan yg seharusnya kau sampaikan padanya. Damaikan dulu dirimu sebelum mendamaikan sekitarmu... Ah, kau ini! Makasih ya!