Aku adalah kelinci, dan dia adalah singa - Pikiranku mulai ngaco ni kayaknya. Mulai menarikan kebodohannya dalam khayalan. Heheheh, aku emang nggak bisa kendaliin kekonyolan yang seringnya maksa banget buat jadi lamunan, diterima akal sehat, apalagi jadi kenyataan. (GUBRAK!)
***
In other words
Please be true
In other words
I love you
Lagu bodoh itu pun berhenti menyentak lamunanku yang jauh lebih bodoh, tepat saat singa menangkap seekor hiu di dasar laut lalu melemparkannya ke tubuh klinci karena rasa cemburu yang tak tertahan saat mengetahui bahwa klincinya itu PLAYER.
“Ngapain senyum- senyum kayak orang sinting gitu?” tanya adikku dengan tampang herannya.
“Singanya lucu! Wkwkwk” timpalku sekenanya sambil ketawa guling- guling ala landak.
“Hah? Singa? Singa apa an?” tanyanya sambil clingukan nyari- nyari singa sambil mendayagunakan mata elangnya yang siap menerkam apa saja yang merangsang radar merahnya tanda ada kehidupan lain yang menarik untuk dimatikan dalam terkamannya (halah lebay!).
“Jahahaha! Singa di lagu fly me to the moon tadi!” kataku sambil menyerobot tas dan kunci motor, dilanjutkan timpukan ke kepala adikku.
“Aduh! Rese ya!” katanya garang.
“Halah, anak kecil tau apa sih? Wkwkwk” ledekan terakhirku sambil menutup pintu.
“Dasar sinting!” triak adik begoku.
***
“Pagi, theodoreku..” itulah isi sms yang aku trima saat sadar nggak sadar ngebuka mata di pagi hari.. Sambil tersenyum aku buka google buat cari tempe apakah gerangan makhluk yang berinisial ‘T’ itu? Melek melek melek dan melek dan akhirnya makin melek. Sambil senyum aku balas sms dari orang yang nggak pernah lepas dari hari- hariku ini. “Pagi, ikan koiku..”
Aku jadi curiga. Jangan- jangan kami sama- sama memiliki khayalan tingkat tinggi alias khayalan super bego. Gimana nggak curiga? Tiap sms yang aku terima punya nama sendiri- sendiri, kadang kelinci, bintang, bebek, dan akhir- akhir ini theodore. Aku tungguin deh kapan mau dipanggil kecoa, kutu atau ketombe sekalipun (nah loh). Aku sih happy- happy aja. Gini nih kalau LDR, yang kudu dibanyakin ya bercandaan sama bodohnya, bukan serius sama posesifnya, bisa putus urat alis kami kalau tiap hari kudu dikerutin, maklum lah banyak godaan di sekeliling kami, walaupun jujur godaan itu sama sekali nggak punya daya kekuatan yang super dahsyat buat menggodaku. Hahaha! PD parah!
Minggu ini, pertengahan Mei, kadar jelesku tiba- tiba naik drastis. Entah lah, mungkin gara- gara puber kedua kali ya? Wkwkwk! Awalnya jelesku kalah sama PDku yang selangit itu, tapi kok lama- lama Pdku anjlok ya? Atau mungkin langitnya yang nambah tinggi kali ya? Lagu- lagu romantis yang aku putar langsung berganti dengan lagu yang masih tetep romantis sih, tapi atmosfernya itu loh, sedihdih, tragisgis, menyayatyat deh pokoknya (SROOOT!).
Saat menjelang hari- hari bahagiamu
Aku memilih tuk diam dalam sepiku
Saat mereka tertawa di atas pedihku
Terbang cintaku yang telah pergi tinggalkanku
Langsung reffrain aja ya.. kelamaan ni kelamaan.. kalau nggak ya browsing aja deh lagunya Glen Fredly yang Sedih Tak Berujung. Trus didownload deh! (sssttt tapi aku nggak lagi ngajarin yang jelek loh ya, bukannya mendukung pembajakan, tapi lebih ke prinsip penghematan waktu sama dompet tentunya. Wkwkwk!)
Reff: Ini aku kau genggam hatiku
Simpan di dalam lubuk hatimu
Tak tersisa untuk diriku
Habis semua rasa di dada
Slamat tinggal kisah tak berujung
Kini ku kan berhenti berharap
Perpisahan kali ini untukku
Akan menjadi kisah sedih yang tak berujung
Itu lagu loh ya.. bukan isi hatiku.. tapi ya.. agak nyerempet- nyerempet lah rasa sedihnya.. hasil penelitian tercatat bahwa orang yang lebih sering mendengar lagu mempunyai tingkat kelabilan lebih tinggi dari orang yang suka membaca buku. Tapi menurutku sih ya, tergantung lagunya juga.. dan tergantung buku apa juga yang dibaca. Ya...semuanya memang selalu ada kata ‘tergantung’.
“Kok diem? Ada apa? Kamu kenapa, hmm?” suara yang begitu bertanya- tanya tentang kediamanku.
Aku sendiri heran kenapa bisa sediam itu, kenapa kangenku yang amat sangat tiba- tiba lenyap dibawa kepakan sayap ke planet pengap kedap udara. Rasanya hancurcur. Lamaaaa aku terdiam, hampir setengah jam, tapi dia tetap sabar menungguku buka suara. Aku memang seperti ini, selalu memilih diam dulu, aku menunggu penjelasan, tapi nggak mau ngomong duluan (ribet nggak sih ngadepin orang kayak aku?). Nggak bisa tidur itu pasti. Kepala nyut- nyutan, pikiran nggak karuan, hati runyam, lengkap sudah.
Kira- kira jam 2 ada telepon masuk, aku lihat dari pacarku tersayang yang lagi nggak pengen aku sayang karena sayangnya kurasa bukan cuma buat aku. Bukannya aku ngeraguin, tapi emaang gitu rasanya tauk! Gimana ini gimana ini? Aku nggak mau perang, nggak mau kehilangan juga. Hah, aku mikir apa sih? Pasti sikapku juga bikin dia mikir yang enggak- enggak. Aku nggak mau diem terus ah, lagian aku kan kangen. Akhirnya kami ngobrol juga. Tetep, pertanyaan yang sama “Ada apa? Kamu kenapa? Aku salah apa?” Nah, di skak mat ni critanya. Aku nggak pengen debat panjang jam segitu, apalagi dia harus bangun pagi karena jam masuknya pagi. Cara ampuhnya ya ngajak pelukan, trus dongengin aja biar suasana juga jadi relax, trus lanjut ke alam mimpi deh. Dia sih tidurdur, tapi aku? Ya tetep aja mlongo kayak sapi ompong dengan perasaan resah gelisah yang mulai merambah ke sekujur pembuluh darah (Halah!).
Pagi harinya, seperti biasa dia menyapaku dengan begitu manisnya, dan taukah bagaimana aku meresponnya? Sama sekali nggak manis deh pokoknya (BRAK!). Kan judulnya aku masih ngambek tuh gara- gara dia tertarik dengan orang yang awalnya aku yakin nggak akan buat dia tertarik. Udah dimintain nomor telepon, diajak kencan pula. Tau siapa yang minta nomor dan ngajak kencan? Ya dia, pacarku yang sangat kusayang. Pokoknya mantap deh rasanya tendangan di dada kiri ini. Akhirnya dia nggak tahan juga ngadepin orang ordo kayak aku yang lagi ngambek tapi nggak mau bilang ngambek kenapa. Kebiasaan deh, masuk WC, terus telepon. Kebayang nggak sih ngobrol sama orang yang lagi di WC? Bayanginnya aja aku nggak tega, nggak nyaman deh. Brr!
“Ada apa, hm? Kamu sehat?” tanyanya.
“hemhem” jawabku singkat.
Kami terdiam sejenak. Aku nggak tahan juga akhirnya. “Maaf kalau sikapku harus seperti ini.” Tarik nafas, keluarkan, tarik nafas, tahan. “Aku terpaksa harus begini karena aku nggak mau kehilangan kamu. Aku bisa saja diem seperti biasa, tapi aku rasa aku nggak bisa diem untuk yang satu ini, karena dia berpotensi menarik perhatianmu.”
“Loh, katanya dia nggak berpotensi?” tanyanya setelah tau sumber kengambekanku.
“Sebelum aku tau dia nggak berpotensi.” aku diam lagi.
Sebelum dia mengeluarkan kata- kata tambahan, aku langsung menyela “Tapi kamu minta nomor HPnya! Tapi kamu mau ajak dia buat jadi pasangan di pesta ntar!” nah bagaikan petir kata- kata nggak bergengsi itu keluar begitu saja dari aku yang gengsian.
Aku nggak tau gimana perasaannya, aku terlalu diburu cemburu, ah pokoknya HIDUP CEMBURU! “Bilang saja kalau ini sudah waktunya aku pergi.” Kataku dengan penuh kemuraman dan kesetanan. “Bilang kalau hatimu sudah nggak lagi tertutup dan hanya buat aku.” Ambil nafas dulu ah. Satu dua tiga! Lanjut! “Kalau memang kamu tertarik sama dia, artinya, aku nggak cukup buat kamu! Dan bisa disimpulkan kalau kamu mulai bosan, jenuh, dan capek sama hubungan kita.” Diem lagi nahan embun di mata berubah jadi titik air bego. “Aku tau sekarang.. aku tau kenapa kamu nggak pernah bilang cinta sama aku. Karena kamu emang nggak cinta aku kan? Karena aku nggak bisa bikin kamu cinta?” tes tes tes.. nah akhirnya leleh juga.
“A a aku.. aku..” begitulah reaksinya. “Aku udah hapus nomornya, nggak akan sms dia lagi. Jangan marah lagi ya..”
Aku diem aja. Kan ngambeknya gede, jadi susah juga redanya. Ganjen sih! Grr! Tapi kok aku nggak tega juga ya lama- lama? “Ya udah, sekarang aku tanya, kamu ada tertarik nggak sama dia?”
“Apa? Nggak ada!” jawabnya tegas.
“Bener?”
“Huhum”
“Yaudah kalau emang nggak ada.” YES! “Kalau kamu bilang enggak, sikapnya juga harus enggak. Kalau bilang enggak tapi sikapnya kayak gitu artinya enggaknya nggak sungguh- sungguh!” kataku sok galak sambil manyun total.
“Kan udah dihapus.. masak dicoret- coret lagi?”
Nah kan? Mulai deh mulai! Aku lagi serius juga! Hampir putus ni urat... malah digodain... coba dia di sini, pasti udah aku gemes pipinya! Grrrrrr!!!! Aku langsung cek, udah dihapus beneran apa belum. Wkwkwk ternyata beneran udah... Tapi masih harus jaim dong! “Ya ya yaudah kalau emang udah dihapus.”
“Hmm?”
“Aku sayang kamu, bodoh.. jangan nakal..”
“Maafin aku ya..”
“Ssssstttt!!! Udah udah..”
“Aku sayang kamu..”
HOREEEEEE!!!!!! YES YES YEEEESSSSSS!!!!!!! CIHUIIIIIII!!!! *Ketawa lepas di dalam hati biar nggak ketahuan* “Ya udah, balik sana.. hush hush” lembekmbek langsung nada bicaraku.. luluh gitu loh..
“Makan ya, sayang.. Yang banyak..”
Wkwk tau aja aku belum makan sejak kemarin malem. Nakal sih! Hilang deh nafsu makanku. “Iya, habis ini aku makan.. kamu jangan telat makan juga” gimana ini gimana ini? Mana aku yg marah- marah tadi? Mana aku yg ngambek total tadi? Bodo ah! Yg penting pacarku tetep jadi punyaku, sama- sama aku. Ahihihihi!
***
Pertanyaan yg sering aku dengar selama ini adalah “Kira- kira kita nyampe satu tahun nggak ya, sayang?”
Pertanyaannya ngawur, jadi aku jawabnya ngawur juga “Ya enggak lah!” jawabku mantap.
“Hah??? Loh loh!”
“Tergantung” tuh kan tergantung lagi... tapi mau pakai kata apa lagi kalau bukan itu? Masak iya aku pakai kata ‘tertusuk’ atau ‘tercium’? wkwkwk mau dong kalau emang mau dicium dia... hahahah! Ngarep amit! Hush hush! Diem diem! Jangan sampai ketahuan deh bayanganku yang melayang di awang- awang menerawang hingga ke dalam gawang (HADEH!). “Kalau kamunya nakal ya nggak sampe satu tahun!”
“Wow! Maksudnya apa, ha? Jawabnya gitu amat! Emang aku segitunyanya?” duuuuuuhhhh gemes banget nggak sih denger jawaban kayak gitu?
“Iya lah! Ka ka kamu emang segitunya!!!” mau gimana lagi? Resiko punya pacar menarik.. kayak kue lapis, manis legit gimana gitu...
“Eheheheh bodoh! Kamu bodoh! Sini peluk!” gini ni untungnya punya pacar manis.. udah manis, tukang gemes pula.. peluk peluk deh. Hahahahayy!!! Bener- bener kayak terbang ke bulan rasanya...
***
Minggu, 22 Mei 2011.
Malam itu aku, pacarku, dan sahabatnya tercinta yg di dunia yg rumit ini berperan sebagai anak kami asik bercandaan ditelepon. Entah lah, budaya mainin kata atau pelesetan kayaknya sedang asik- asiknya melekat di diri kami bagai keringat. Kami pun tertawa lepas bebas tanpa batas saat itu. Aku sanksi ada yg mampu mengerti kebodohan kami atau nggak, pasalnya, tingkatan keidiotan kami tuh udah lebih tinggi dari langit ke 107 sekalipun (kelhatan banget kan begonya? Udah bego, maksa pula!).
“Besok ku dak bawa bekel ah...” kata anakku.
“Ape?” tanya pacarku.
Aku sih diem- diem aja.. mencoba menjadi pendengar yg baik biar paham dengan apa yg mereka bicarakan. Hah! Dasar alien!
“Ku nek minta traktir kek ka!”
“Ha???”
“Yuuhuuuu!!!”
Aku kayak sapi ompong yg lagi nunggu tumbuh gigi deh pokoknya waktu itu tu. “Ku ge! Ku ge!” Dalam hati aku teriak- teriak kayak gitu. Kenapa aku nggak ikut ngomong? Aku ngerti artinya tapi nggak ngerti cara ngomongnya. Nggak lulus deh pokoknya. Wkwkwk dari pada diketawain.
“Je mada ka e?”
“Mada ape? Ka yg pada ku waktu to? La lupa e?”
“Hah? Kapan?”
“Waktu to ka mada men tanggal jadian ka kek je selang beberape hari kek ku.”
“Hah? Emang ade ok? Serius serius! Ku ge tau a baru- baru ni! Seminggu lalu je pada ku men tanggal jadian kite la deket. Ku ge kaget.”
“Ka to la lupe!”
“Bebi? Halo halo halo? Bebiblu?” nah kalau di bahasa Indonesiain di HP ni ya, suara p-acar tersayangku ini kayak tanda ‘Singa memanggil’, trus jawabanku berarti ‘terima’. Wkwkwk!
“Apa?” jawabku balik nanya (nah loh).
“Kamu yg kasih tau ya?”
“Kasih tau apa?”
“Uhuhuhuhuk! Bebi!!!!!!” mulai ni mulai ni! Hahaahaha!
Setelah hening beberapa detik, tiba- tiba muncul kata- kata yg maksa banget keluar pada saat itu juga. Kayak virus banget deh pokoknya. Tau- tau muncul, trus menyerang. Aku udah nyoba buat ngelawan kerahin semua antivirus yg ada di hatiku, pakai antivirus domestic maupun turis! Tapi tetep aja lebih ampuh virusnya. Gimana enggak? Nyeletup gitu aja tuh kata- kata dari bibir seksiku.. “Emmm bebi..”
“Hmmm? Apa?”
“Emmm... Be be bebi... emmm” aziz gagap baget nggak sih aku? Heran deh. Ngadepin satu orang ini memang bikin aku kayak kesedak biji kelapa. Tampar ni tampar! Aku pasti bisa, ayo ayo ayo! Fuhfuh! “Emmm.. bebi mau nggak lewatin tanggal yg sama di tahun depan bareng aku lagi?” HADUH! MATI GUE! Tengsin banget tengsin banget!!!!
“Emmm pengennya sih gitu..” jawabnya pelaaaaaannnnn banget kayak jalannya ulet yg lagi diiket kakinya.
“Uhuk uhuk uhuk!! Ku dak denger ku dak denger!!” sela anak bodoh kami.
Rasanya ya.. kalau bisa digambarin mungkin kayak kegencet doraemon raksasa pas lagi desak- desakkan antri tiket kereta kelas ekonomi pas lagi lebaran. Oksigen oksigen! Aku butuh oksigen! Help help! Take me out, please!
“bla bla bla.. huba huba..”
“auf gier gaur wuer wuer..”
“nguk nguk ngak ngik ngeeeeeeekkkk...”
“glepar glepar heeeemooooooo.. petok!”
“kaing kaing kukuruyuk!”
Begitulah suara mereka terdengar oleh telinga kelinciku yg udah nggak nyambung sama otak gara- gara rontok hatiku. “Kamu belum jawab” Begitulah bunyi SMSku di tengah obrolan mereka.
“Pengennya sih gitu” balasnya. (DEG!) itu tendangan jantungku.
“Maksudnya apa?” (Aaaaaa!!!!!) itu triakan hatiku.
“Artiin aja sendiri.” (GLODAK!) itu suara orang jatoh di depan kamarku
“Artinya apa?” (WAS- WAS) itu rasanya jadi aku saat itu.
“Kita lihat situasinya ya, sayang..” (DUAAARRR DAR DIEEEERRR!!!!) wafat sudah.
Habis gitu aku lemes.. Dibilang ngambek sih enggak, tapi dibilang kecewa? Iya banget! Uhuhuh! Apa artinya coba? Pengennya gitu? Kita lihat situasinya ya, sayang? Ada sayangnya sih, tapi kok gitu? Rasanya kayak nggak pengen deh.. Pengen tapi nggak pengen.. gimana itu? Jawabannya lemah!
“Aku mandi dulu.” Kataku di tengah pembicaraan mereka. Langsung aku taruh teleponnya tanpa matiin lebih dulu.
“Nggak usah mandi ya.. udah malem, sayang” bunyi SMS masuk 7 detik kemudian.
“Aku masukin motor bentar.” Balasku.
Aku masukin motor sambil cemberut kenyang waktu itu. Aku bilang cemberut kenyang soalnya pipiku penuh, menarik banget buat diletusin deh pokoknya. Setelah itu aku jalan ke kamar, aku pasang headset, ternyata anakku dan pacarku tersayang yg lagi nggak pengen disayang masih ngobrol. Aku diem aja. Aku denger sedikit percakapan dari mereka setelah beberapa detik berlalu.
“Je lama banget ok? Ku la kangen ni...” akhirnya singaku mengaum.
“Gile ka! Baru juga beberape menit. Sabar lah..” akhirnya cicak mencak- mencak.
Aku masih tetep diem. Mereka ngomong tentang tugas dan lain sebagainya. Aku masih diem... kan sedih judulnya.
“Duh, je lama banget wo..”
“Ka dak denget je ngate ape tadi?”
“ape?”
“Je kan ngate nek mandi tadi.”
Singkat cerita, aku nggak ngasih tanda- tanda kehidupan deh.. pura- pura budek gitu. Setelah kira- kira 10 menitan pasca pembunuhan telepon berantai itu, ada telepon masuk dari yg terkasih yg baru saja membuatku pedih. SROOOTTT!!!
“Ada apa? Kamu kenapa? Tanyanya lembut. Eh tanyanya lemes ding. Udah ngantuk berat kedengerannya.
Nggak tega ah ngajak ribut orang ngantuk. Kruk kruk! Akhirnya aku letusin deh gembungan pipiku yg capek juga sebenernya manyun- manyun terus.
“Nggak ada apa- apa, sayang.. Tidur yuk..” Mudah- mudahan udah cukup lunak suaraku.. biar pacarku nggak khawatir, trus bisa tidur nyenyek.. eh nyenyak ding. Kasian tau! Pasti kecapekan kegiatan seharian.
Kira- kira jam 03.00 budi hari (aku pakai budi hari aja ya.. habisnya dini udah sering dipakai. Kan kasian bapak budinya..), aku terbangun setelah berusaha keras memejamkan mata. Aku buka HP, eh ada 2 SMS yg semuanya dari pacarkukuruyuk. Yg pertama masuk jam 01.30, isinya “bebi.. nanti jam 4 aku nggak usah dibangunin ya.. kalau ini nggak selesai juga, aku lanjutin besok pagi. Bebi tidur aja ya, sayang..”. Agak nyesel waktu baca SMS ini. Nyesel banget karena aku nggak denger bunyi SMS-nya, huuuuuh jadi nggak nemenin ngerjain tugas deh. Lanjut baca SMS kedua “Happy anniversary, sayang... moga tahun depan dan tahun- tahun kedepannya, selama itu, kamu masih dampingin aku ya... Aku cinta kamu, bebiku...” WHAAAAAAAAATTTTTTT??????? Nggak mimpi ni? Wah, aku langsung melek total. Nggak percaya banget sama apa yg aku baca barusan. Haruskah ku percaya mataku? Aku langsung ambil kacamata. Aku baca lagi, baca lagi, baca lagi, lagi baca, lagi baca, lagi- lagi baca, baca kok lagi- lagi? Addduuuuuuhhhhh senengnyaaaaa... Gimana ini gimana ini? Aku mau bales tapi takutnya dia udah tidur, aku nggak mau gara- gara SMSku istirahatnya terganggu. Aku buka FB, aku lihat recent activitynya baru beberapa menit yg lalu. Trus aku buka lagi SMS yg tadi, aku cek jamnya, ternyata baru jam 02.50. Ya ampuuunnn, pasti belum tidur. Langsung aja aku bales. Biar nggak dikatain gombal, aku yg tadinya pengen bialng kalau harapanku adalah mewujudkan harapannya, mengurungkan niat, aku ucapin happy anniversary juga deh, ngucapin makasih gitu karena udah setia di sisiku. Heheheheh. Langsung ditelepon! Wah wah bener- bener memilukan kisah cintaku ini. Wkwkwk!
“Halooo?” sapanya lembut.
“Eheheh, haloo, bebi...” hasyah! Dasar mulut nggak bisa diajak kompromi! Jaim dikit kek! Keliatan banget senengnya!
“SMSku yg mana yg bangunin bebi?” godanya..
“Heheh.. makasih ya, bebi..” aw aw aw!!! “Bebiku bilang cinta..” ayo ayo, gampar pipi gratis, siapa mau??? Wkwkwk! Kelewat girang sih. Maklum lah, singa ganjenku ini baru 2x deh seumur hidupku bilang cinta sama aku. Dua itu termasuk yg ini loh. Wkwkwk kelewatan banget kan?
“Loh loh? Eheheheh... bebi..bebi..” mungkin kalau di film- film ni ya, ekspresinya udah kayak ibu- ibu yg ngelus dada sambil senyum geleng- geleng lihat tingkah anaknya.
Aku nggak mau tau! Nggak mau denger sangkalan apa- apa juga! Pokoknya SMS itu bersemayam di Hpku, buat bukti kalau DIA CINTA AKU!!!! (malaikat baju putih: lebaynya... iblis baju merah: bodo! Brisik lu ah! Wkwkwk!)
“Kamu kayak ABG aja!” klaimnya ke aku.
“Kamu yg ABG! Aku bayi!” klaimku ke diriku.
Fly me to the moon.. Let me play among the stars.. Let me see the spring is like on Jupiter and Mars.. in other wordss.. Hold my hands.. In other words.. Baby kiss me..
Hahahahahah... aku nggak perlu bego- begoin tuh lagu! Toh nyatanya aku rasain sendiri juga! Aku diterbangkan ke bulan sama pacarku. Xixixi!!! Pokoknya kalau ditanya, aku bakal bilang kalau di Jupiter sama Mars tu ada musim semi, walaupun nggak ada yg percaya. BODO AH!
In other words.. I love you..