Aku melihatnya lagi.
Monster itu begitu dekat, lekat hendak mengajakku mati.
Mulanya dia menghambur di sepanjang jalan nirvana.
Hitam, pekat, jahat, hampir tak bisa kumenembusnya.
Aku sakit, aurora hampir tak terlihat.
Kususuri, kuikuti kemanapun cahaya tersirat.
Bak kupu- kupu Inggris aku mengais.
Mendapati sekitar tak ada kamu, batinku menangis.
Tak kupedulikan serigala mengaum ganas, tak jua kuhiraukan genggaman tangan kotornya menyatu dengan denyutku.
Aku terus berada di jalanku, berputar, berlari, berpacu hingga kutelusup kembali singgasanaku.
Perlahan kulepas erat genggaman tangan kotornya, perlahan sekali.
Berapa kali nafasku kalah seakan benar- benar hendak pergi.
Oh, aurora... Kenapa tak bisa kau selalu bersamaku?
Aku takut tiap kali tak ada jingga, putih, ataupun biru di sekelilingku.
22 Maret 2012
To many mind will kill you, so does the empty mind. Don't let your heart dry! Fill it! If there is no more space in your heart, let your fingers do it on empty sketching-paper.
Kamis, 22 Maret 2012
Rabu, 21 Maret 2012
Menembus Pekat
Aku terlalu sibuk hanya tuk sekedar menahan bayangmu.
Malam kupercepat seakan langit tak menghembuskan udara tuk menunjang eksistensimu.
Pada sepertiga malam kutersadar bahwa aku tengah merindumu.
Sepenggal sesal kala kumendongak dan mendapati kau sirna bersama bintang agungmu.
Aurora, betapa kuratapi tiap detik waktu tempuh perjalanan sang bintang pijar.
Kunikmati sembilu hingga cemporetnya menembus tirai bambu kamarku berharap silaunya segera tumpul berganti dengan ronamu yg berbinar.
Dan setelah gelisahku, aku melihatmu lagi.
Sejenak gelisahku terbang bersama bayu meninggalkanmu mengisi hati.
21 Maret 2012
Malam kupercepat seakan langit tak menghembuskan udara tuk menunjang eksistensimu.
Pada sepertiga malam kutersadar bahwa aku tengah merindumu.
Sepenggal sesal kala kumendongak dan mendapati kau sirna bersama bintang agungmu.
Aurora, betapa kuratapi tiap detik waktu tempuh perjalanan sang bintang pijar.
Kunikmati sembilu hingga cemporetnya menembus tirai bambu kamarku berharap silaunya segera tumpul berganti dengan ronamu yg berbinar.
Dan setelah gelisahku, aku melihatmu lagi.
Sejenak gelisahku terbang bersama bayu meninggalkanmu mengisi hati.
21 Maret 2012
Selasa, 20 Maret 2012
Senja kini
Saat berada di tempat baru, apa yg lebih membahagiakan dari making friends?
Yah, smile and help each other are the keys.
God will always be with us, guys!
Just believe that everything has been written down, and don’t ever give up to give your best although it’s hard sometimes.
Aurora.. Jinggamu hari ini sungguh indah. Tiada kabut maupun awan hitam. Kau sungguh bersahabat, cerah, dan meneduhkan.
Aku akan tetap memuja keindahanmu, aurora.
Demi apa? Demikianlah aku yg mengharapkan ronamu selalu sama di atas bukit sana bersama para penjagaku.
20 Maret 2012
Yah, smile and help each other are the keys.
God will always be with us, guys!
Just believe that everything has been written down, and don’t ever give up to give your best although it’s hard sometimes.
Aurora.. Jinggamu hari ini sungguh indah. Tiada kabut maupun awan hitam. Kau sungguh bersahabat, cerah, dan meneduhkan.
Aku akan tetap memuja keindahanmu, aurora.
Demi apa? Demikianlah aku yg mengharapkan ronamu selalu sama di atas bukit sana bersama para penjagaku.
20 Maret 2012
Senin, 19 Maret 2012
Aurora
biru putih siluetmu berpelukan dengan gas angkasa
eksotisnya kemerahanmu bak langit malu- malu dibias rona
wahai aurora, kau tampak lain di hiruk pikuk jelaga kota ini
cantikmu yg biasa kulihat berpadu di atas bukit kini telah bermutasi
sudilah kiranya kau tetap berseri di atas pekat
karna setia kan melekati pandanganku ke arahmu, oh malaikat
19 Maret 2012
eksotisnya kemerahanmu bak langit malu- malu dibias rona
wahai aurora, kau tampak lain di hiruk pikuk jelaga kota ini
cantikmu yg biasa kulihat berpadu di atas bukit kini telah bermutasi
sudilah kiranya kau tetap berseri di atas pekat
karna setia kan melekati pandanganku ke arahmu, oh malaikat
19 Maret 2012
Langganan:
Postingan (Atom)