Cinta.. adakah kau dengar aku?
Saat ini aku tengah memanggilmu..
Kali ini bukan panggilan mesra ataupun rindu..
Ini panggilan sendu untuk memintamu menginspirasiku terutama di saat- saat kejatuhanku..
Cinta.. tahukah kau?
Saat ini aku tengah bingung..
Kali ini bukan bingung akanmu, tapi aku dan kado hidup untukmu..
Adakah kau tahu?
Aku menantimu membisikkan impian apa yg kau ingin wujudkan pada diriku..
Bantulah aku menjemput masa depan yg sesuai dengan harapmu..
Bantulah aku memilihkan yg terbaik diantara ribuan yg baik menurutmu..
Aku tak kuasa mengambil satu tawaran di tengah peluang yg semuanya terlihat baik dan menjanjikan..
Aku bimbang, cintaku..
Aku ingin yg mensejahterakan, menenteramkan, dan memberi manfaat, sedangkan yg aku temukan hanya dapat mensejahterakan..
Inikah aku yg terlalu sebelah mata atau pemilih dalam memandang kesempatan?
Atau hanya takut terjerumus dalam yg bergelimbang harta tapi jauh dari ketenteraman?
Bukankah semua sumber penafkahan yg halal itu baik?
Cinta.. Bantulah aku..
Kau pasti tahu apa yg aku inginkan, apa yg aku butuhkan, apa yg mampu aku lakukan..
Bisikkanlah satu, dua, atau tiga peran yg kau nilai dapat menjadi solusi kebimbanganku..
Cinta.. Kau tahu betapa aku tengah terlanjur menggantungkan hidupku padamu, dan memilihmu sebagai yg aku butuhkan..
Bukan maksudku membebanimu, hanya ingin penuhi mimpimu..
To many mind will kill you, so does the empty mind. Don't let your heart dry! Fill it! If there is no more space in your heart, let your fingers do it on empty sketching-paper.
Minggu, 30 Oktober 2011
Kamis, 06 Oktober 2011
Haniiinn
sudah lama aku ingin menulis, melabuhkan segala isi hati ke haribaan samudra sketsaku..
menarikan jari2ku memanggil suara hatimu untuk meramu rasa bersamaku..
haniiiinn.. setiap pandang tersemat di retina, setiap hembus membelai indera peraba, begitupun keempat indera lain yg kupunya....selalu kamu.. bukan banding yg kusanding di pikirku.. aku hanya telah terlanjur mensubstitusi segala kenyamanan dengan 'kamu'..
berdosalah aku yg terlanjur memujamu..mengagungkan di sempitnya ruang hatiku yg penuh sesak dengan pesonamu..
ketakutan terbesarku adalah kamu memaksaku mensubstitusikan apa yg sudah sangat akrab melekat bersama hekta inderaku ini dengan sesuatu yg lain yg tentu membuatku sekarat tertatih mengais subsidi lahir batin sebagai kekuatanku meniti waktu..
ketakutanku yg lain adalah aku tak pernah bisa benar2 tega mencegahmu, menahanmu untuk tetap disampingku, mengiyakan semua harapku, dan menegakkanku yg tak jarang terpuruk hampir mati dalam keputusasaan dan kelemahan..
semampuku..itulah yg aku ikrarkan dalam batin sunyi penuh kasihmu yg tak pernah kubiarkan terusik sedikitpun oleh apapun dan siapapun..
haniiiinn..tetaplah menjadi peredam ketakutanku..
menarikan jari2ku memanggil suara hatimu untuk meramu rasa bersamaku..
haniiiinn.. setiap pandang tersemat di retina, setiap hembus membelai indera peraba, begitupun keempat indera lain yg kupunya....selalu kamu.. bukan banding yg kusanding di pikirku.. aku hanya telah terlanjur mensubstitusi segala kenyamanan dengan 'kamu'..
berdosalah aku yg terlanjur memujamu..mengagungkan di sempitnya ruang hatiku yg penuh sesak dengan pesonamu..
ketakutan terbesarku adalah kamu memaksaku mensubstitusikan apa yg sudah sangat akrab melekat bersama hekta inderaku ini dengan sesuatu yg lain yg tentu membuatku sekarat tertatih mengais subsidi lahir batin sebagai kekuatanku meniti waktu..
ketakutanku yg lain adalah aku tak pernah bisa benar2 tega mencegahmu, menahanmu untuk tetap disampingku, mengiyakan semua harapku, dan menegakkanku yg tak jarang terpuruk hampir mati dalam keputusasaan dan kelemahan..
semampuku..itulah yg aku ikrarkan dalam batin sunyi penuh kasihmu yg tak pernah kubiarkan terusik sedikitpun oleh apapun dan siapapun..
haniiiinn..tetaplah menjadi peredam ketakutanku..
Langganan:
Postingan (Atom)