To many mind will kill you, so does the empty mind. Don't let your heart dry! Fill it! If there is no more space in your heart, let your fingers do it on empty sketching-paper.
Sabtu, 23 Oktober 2010
Untukmu yg Selalu di Hati
Gunung es yg kokoh dan sombong ini tak goncang walaupun diterpa tapak raksasa. Pijakannya yg sungguh luar biasa kuatnya tak kan mampu lengser oleh gempa tektonik berskala ratusan richter sekalipun. Fondasi yg terbangun oleh ketulusan cinta ini telah menjadikannya maha dahsyat yg tak tertandingi. Aaaahh...inilah yg kita buahkan setelah sekian lama hatiku kulekatkan dengan punyamu, lantas hatimu mencengkeram erat milikku. Kita detakkan seirama dengan alunan rindu yg selalu menggebu, menderu, menggaung di relung kalbu, hingga raungan kasih yg kita bahu menjadikanmu semangatku menyapa waktuku di setiap hela nafasku. Sungguh tak ada duanya rasa sayangku padamu, hingga aku berani menyebut itu cinta. Kamu sulam benang cintaku sedemikian rupa menjadi kain halus yg siap menaungi kasih kita berdua dengan rasa yg juga kamu sebut cinta, dengan perhatian yg kamu sebut sayang, dan dengan pengertian yg kamu sebut tulus hatimu padaku. Begitu indah rasa yg bersemayam di dada ini, hingga tak kuasa ku dustai bahwa kau lah yg aku ingini, HANI. Ijinkan aku menikmati kesombongan gunung es yg terlanjur kudaki ini sebelum kubahnya berubah menjadi gletser karena musim dingin tak lama lagi menjadi semi.
Jumat, 08 Oktober 2010
Tentang Kamu
Berjam-jam aku menatap layarku.
Berjam-jam pula dia mulai bosan ku pandangi tanpa kutinggali seuntai kata hati.
Mungkin dia juga mulai tak mampu tuk pahami.
Ah! Atau ini hanya prasangkaku saja?
Layar ini selalu paham isi hatiku.
Walaupun dia diam, dia begitu tau.
Aku lah yg tak pernah paham kalau layar ini juga berhati.
Aku lah yg tak pernah mengerti cara untuk berbagi.
Yg aku tau aku selalu didengar.
Yg aku tau aku tak tau apakah aku juga pendengar.
Bicaralah padaku!
Jangan hanya membisu!
Kau selalu mengerti aku karna aku selalu mengatakanya.
Aku tak pernah mengerti kamu karna kau tak pernah menyampaikanya.
Bicaralah!
Jangan diam saja!
Akan kucoba mencerna apa yg kau rasa hingga aku tau ada yg bisa kulakukan untukmu.
Hingga aku tau rasanya jadi kamu.
Hingga aku tau aku punya arti untukmu.
Hingga aku tau bahwa di dunia ini bukan hanya tentang aku, aku, dan aku.
Beri aku kesempatan tuk tau sedikit tentang kamu.
Berjam-jam pula dia mulai bosan ku pandangi tanpa kutinggali seuntai kata hati.
Mungkin dia juga mulai tak mampu tuk pahami.
Ah! Atau ini hanya prasangkaku saja?
Layar ini selalu paham isi hatiku.
Walaupun dia diam, dia begitu tau.
Aku lah yg tak pernah paham kalau layar ini juga berhati.
Aku lah yg tak pernah mengerti cara untuk berbagi.
Yg aku tau aku selalu didengar.
Yg aku tau aku tak tau apakah aku juga pendengar.
Bicaralah padaku!
Jangan hanya membisu!
Kau selalu mengerti aku karna aku selalu mengatakanya.
Aku tak pernah mengerti kamu karna kau tak pernah menyampaikanya.
Bicaralah!
Jangan diam saja!
Akan kucoba mencerna apa yg kau rasa hingga aku tau ada yg bisa kulakukan untukmu.
Hingga aku tau rasanya jadi kamu.
Hingga aku tau aku punya arti untukmu.
Hingga aku tau bahwa di dunia ini bukan hanya tentang aku, aku, dan aku.
Beri aku kesempatan tuk tau sedikit tentang kamu.
Langganan:
Postingan (Atom)