Sabtu, 23 Oktober 2010

Untukmu yg Selalu di Hati

Gunung es yg kokoh dan sombong ini tak goncang walaupun diterpa tapak raksasa. Pijakannya yg sungguh luar biasa kuatnya tak kan mampu lengser oleh gempa tektonik berskala ratusan richter sekalipun. Fondasi yg terbangun oleh ketulusan cinta ini telah menjadikannya maha dahsyat yg tak tertandingi. Aaaahh...inilah yg kita buahkan setelah sekian lama hatiku kulekatkan dengan punyamu, lantas hatimu mencengkeram erat milikku. Kita detakkan seirama dengan alunan rindu yg selalu menggebu, menderu, menggaung di relung kalbu, hingga raungan kasih yg kita bahu menjadikanmu semangatku menyapa waktuku di setiap hela nafasku. Sungguh tak ada duanya rasa sayangku padamu, hingga aku berani menyebut itu cinta. Kamu sulam benang cintaku sedemikian rupa menjadi kain halus yg siap menaungi kasih kita berdua dengan rasa yg juga kamu sebut cinta, dengan perhatian yg kamu sebut sayang, dan dengan pengertian yg kamu sebut tulus hatimu padaku. Begitu indah rasa yg bersemayam di dada ini, hingga tak kuasa ku dustai bahwa kau lah yg aku ingini, HANI. Ijinkan aku menikmati kesombongan gunung es yg terlanjur kudaki ini sebelum kubahnya berubah menjadi gletser karena musim dingin tak lama lagi menjadi semi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar