Senin, 25 Juli 2011

Bintang

Memeluk bintang.. yah ternyata mimpiku terlalu tinggi.. bintangku ternyata hanya untuk kulihat dari jauh, tak dapat kusentuh ataupun kumiliki..

Jumat, 22 Juli 2011

Aku Milikmu Malam Ini



Pernahkah kau tahu bahwa setiap malam aku menungguimu seperti biasa?
Menunggu saat- saat kau mengejutkanku dengan kata pertamamu yg selalu berbeda dalam menyambutku...
Pun tiap detik nafasku menunggu bintang timurnya untuk mampu mengisi hari, bukan hanya melewati.


Tiap hari aku selalu memaknai bahwa aku milikmu malam ini...Tiap hari...Tiap hari...
Tak satu haripun terkecuali.

Falling Rain

Rasa apa ini sebenarnya? Ingin sekali kumengutukinya. Ingin...

Aku lelah...lelah...
Kapan aku bisa meneriakkan semua gemuruh hatiku dalam bisik?

Mengapa harus saling menyakiti seperti ini?
Aku sungguh mengenalmu hingga lapisan kulit terdalammu...
Hingga hanya dengan tulisan dan suaramu saja aku bisa merasakan kutukanmu terhadap hatimu sendiri dan KEADAAN.
Sangat pekat kurasa betapa masih sangat membaranya rasa itu yg selalu kau sembunyikan dalam angkuh satu dua katamu. Kenapa? Kenapa harus menyiksa diri?

Rutinitas yg biasa memancing tawa tanpa harus bersandiwara musnah sudah, berganti rutinitas yg sungguh menyayat asa. Aku yg hanya sedikit mengurangi dan menahan isi hati terkutuk ini untuk tidak menyentuhmu, meraihmu, dan mendekapmu kembali menjadi hanya untukku saja sudah sangat tersiksa. Lalu? Bagaimana denganmu yg harus sekeras ini menjauhi, mendusta, menekan dalam2 air mata yg memburu tumpah ruah ke bukit pipi yg biasa memerah tiap manis sikapmu bertemu pujiku...

Kapan bisa aku bisikkan lelahku dalam beriak suara yg bercampur isak di telingamu melalui cela telepon seperti malam yg selalu kita ramu untuk bersama? Kapan?
Kapan aku harus keluar dari kepuraan bahwa aku baik- baik saja? Atau kau sama sekali tak ingin mendengarnya?