Minggu, 30 Oktober 2011

Cinta..

Cinta.. adakah kau dengar aku?
Saat ini aku tengah memanggilmu..
Kali ini bukan panggilan mesra ataupun rindu..
Ini panggilan sendu untuk memintamu menginspirasiku terutama di saat- saat kejatuhanku..

Cinta.. tahukah kau?
Saat ini aku tengah bingung..
Kali ini bukan bingung akanmu, tapi aku dan kado hidup untukmu..

Adakah kau tahu?
Aku menantimu membisikkan impian apa yg kau ingin wujudkan pada diriku..
Bantulah aku menjemput masa depan yg sesuai dengan harapmu..
Bantulah aku memilihkan yg terbaik diantara ribuan yg baik menurutmu..

Aku tak kuasa mengambil satu tawaran di tengah peluang yg semuanya terlihat baik dan menjanjikan..
Aku bimbang, cintaku..
Aku ingin yg mensejahterakan, menenteramkan, dan memberi manfaat, sedangkan yg aku temukan hanya dapat mensejahterakan..

Inikah aku yg terlalu sebelah mata atau pemilih dalam memandang kesempatan?
Atau hanya takut terjerumus dalam yg bergelimbang harta tapi jauh dari ketenteraman?
Bukankah semua sumber penafkahan yg halal itu baik?

Cinta.. Bantulah aku..
Kau pasti tahu apa yg aku inginkan, apa yg aku butuhkan, apa yg mampu aku lakukan..
Bisikkanlah satu, dua, atau tiga peran yg kau nilai dapat menjadi solusi kebimbanganku..

Cinta.. Kau tahu betapa aku tengah terlanjur menggantungkan hidupku padamu, dan memilihmu sebagai yg aku butuhkan..
Bukan maksudku membebanimu, hanya ingin penuhi mimpimu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar