Seharian kuputar otak, kumainkan seluruh organ tubuh untuk menyangkal rasa yg sungguh ingin kucaci, dan inilah yg kudapat, kelelahan.
Entah apa sebab kelelahan ini.
Bahkan nyanyian hujan tak juga mampu menghunus rasa nyeri yg entah datangnya darimana.
Tadinya kupikir jika mentari cepat menggelincir, aku dapat menemukan kembali ketentraman yg tengah lama kurindukan.
***
Apakah kewarasan sudah benar- benar enggan menyertaiku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar