Tuhan...
Semudah Engkau anugerahkan rasa ini kepadanya, semudah itulah aku mencintainya, menemaninya, dan mengiyakannya.
Sesulit orang menerima kami, sesulit itulah dia menerimaku, dan juga melepaskanku.
Tuhan...
Apa ini yg Engkau tuliskan untuk kami? Ah, mungkin untukku saja tepatnya. Untukku yg terlalu munafik menerima kenyataan bahwa aku hanyalah angin, sama seperti yg selama ini menggema, mengusik telinga dan hatinya.
Tuhan...
Seperti anginpun aku akan menghempas, menghilang, dari pandang maupun angan, jika memang itu yg Kau inginkan.
Aku kembalikan dia, milikmu yg begitu aku agungkan, yg sampai detik inipun begitu aku rindukan, dia yg sempurna tiada cela, dia yg sungguh dengan nyawapun tak kuasa kudapatkan.
Tuhan...
Jika cinta kami adalah dosa, limpahkanlah dosa itu padaku. Jika disini saja aku sudah terbiasa untuk tak diterima bahkan oleh keluarga dan dirinya, tak mengapa jika nantinya surga memperlakukan aturan yg sama untukku.
Ya Tuhan...
Beri aku pengertian agar aku paham jika aku yg salah berada di dunia ini, sehingga aku tak bertanya lagi kenapa harus aku yg berbeda, kenapa harus aku yg menerima bahwa mereka semua berbeda denganku, kenapa harus aku yg memaklumi bahwa aku yg harus tersisih.
Tuhan...
Aku bukan yg Maha segalanya sepertiMu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar