Anganku terpahat sudah di dinding kalbu
Tertatah lamunan biru yang selalu menderu
Brak!!! Bagai buldoser kau gempur harapku
Duar!!! Dengan keji kau kaparkan niatku
Aku benci! Kau tak berhati!
Kau kawanan penyihir di tengah pesta peri
Aku gusar! Kau berhati dajal!
Kau penguasa pelopor lara saat lukaku bertemu ramu
Tertatih-tatih kucoba meraih kasih
Tersayat- sayat bagai luka tersiram garam
Kau... kau... kau begitu akbar tuk ku raih
Kau begitu jalang tuk ku terkam
Hina! Caci! Cerca! Maki!
Semua yang kau ingini aku siap menengadahkan diri
Meski harus ku hancurkan harga diri
Ku tak mampu ingkari bagiku kau hidup dan mati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar