Sebuah pertanyaan yang ku dengar dari acara TV favoritku kemarin malam ini simple tapi menarik, dimana penonton diberi kesempatan untuk memikirkan jawabannya selama jeda iklan.
Mana yang lebih baik? Mencintai atau dicintai?
Seketika aku menjawab mencintai.
Alasanku:
1. Dicintai oleh orang yang tidak kita cinta itu beban.
2. Mencintai tidak pernah membuat lelah karena kita selalu termotivasi dan tersemangati.
Setelah tayangan iklan selesai, alasan demi alasan dari masing- masing jawaban mulai terdengar. Lalu orang bijak itu mengambil benang merah dari semua alasan- alasan yang terucap dengan jawaban yang singkat dan mengena, yaitu:
Lebih baik mencintai, karena dengan mencintai kita akan senantiasa termotivasi untuk memperbaiki diri terlepas dari diterima atau tidaknya cinta kita.
Aku pikir- pikir memang benar seperti itu. Saat mencintai seseorang, kita senantiasa, tanpa paksaan, dengan tulus memperbaiki diri di segala sisi karena ingin menjadi yang terbaik untuknya.
Kalau dicintai? Hahahaha. Selain menjadi beban jika kita tidak memiliki perasaan yang sama dengan orang yang mencintai kita, kita juga tak jarang merasa unggul, congkak, sombong, dan akhirnya membuat kita merasa memiliki kelebihan, sehingga bukan instropeksi ataupun motivasi untuk menjadi yang lebih baik yang kita lakukan atau peroleh, namun stuck dengan kualitas yang kita punya yang lambat laun menurun karena dihinggapi oleh kesombongan dan keangkuhan.
I wont stop loving you then :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar