Rabu, 02 Februari 2011

Tahun Klinci

Duar!!! Tor!!! Diar!!! Doorr!!!
Bersahut- sahutan kembang api dan petasan yg katamu bagai kilat mewarnai langit hitam sebagai kanvasnya. Meski disini tak ada suara petasan sedikitpun, namun aku turut merasakan kemeriahan datangnya tahun baru klinci besi ini denganmu melalui speaker kecil HPku ini. Terdengar jelas bagaimana riuhnya langit di kotamu di telingaku. Seakan tak mau kalah, kamu ikut ramaikan hatiku dengan protesmu akan datangnya esok pagi. Di saat hampir semua orang disana bergembira menyambut hari berangpao dan berkue, tak henti- hentinya kamu ngehiam (begitu kamu menyebutnya jika ada keluhan tentang sesuatu atau orang, yg kurang lebih artinya mengeluh atau mengatai)imlek 3 hari kedepan karena alasan A, B, dan C. Bukannya mendukung keluhmu, justru aku ketawa tak karuan. Terus terang aku suka ekspresimu tiap meributkan sesuatu. (peace)

Di tahun ini, tahun binatang favorit kita (klinci), sebersit keinginan terucap darimu, sayang. Kamu ingin kembang api petir itu menjadi tontonan kita berdua suatu saat nanti. Aku terdiam sejenak. Ada perasaan senang di dalam sini. Mungkin kamu tak tau kalau disini aku tersenyum dan menganggukkan kepala dengan mantap. Tapi aku yakin kamu bisa merasakan riangnya hatiku.

Bagiku, keinginanmu tadi lebih dari kata- kata biasa. Aku memaknainya bahwa kamu masih ingin melewati hari- hari perayaan berkembang api selanjutnya bersamaku. Heheh.

Selamat taun klinci, sayang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar