hujan.. tetaplah berteman denganku dan dengannya yg sangat kucinta..
.. betapa atmosfer kerinduan menghangatkan sekaligus memporakporandakan tembok pertahanan kami untuk segera menautkan hasrat untuk saling menenangkan, menghangatkan, melindungi, mengasihi, dan meyakini bahwa apa yg kami miliki ini adalah abadi.. ketika kau datang.
hujan.. aku tak pernah bosan memikirkannya. membayangkan hariku yg tak pernah lepas dari peluknya membuatku merasa menjadi orang yg paling beruntung mendapatkan dan memiliki seseorang sepertinya, yg begitu manis, menyenangkan, pengertian, dan perhatian. tak ingin sedikitpun aku jauh apalagi kehilangan dirinya.. ah.. bukan tak ingin.. lebih tepatnya tak bisa.
hujan.. kau pasti tau betul bagaimana senangnya aku saat kau datang.. lalu terbayang dirinya yg selalu menyertaiku saat kau menitikkan agungmu dalam rintik maupun derasmu yg menggebu.. saat itu pun nafasku yg memburu kenyamanan segera terkendalikan karena lengannya tak pernah berhenti memelukku, menaungiku, menemaniku dengan sabarnya seakan hanya itu yg mampu membungkam segala keresahanku. dan benar saja.. seketika itu juga aku merasa damai, tenang, dan yg jelas sangat nyaman.
hujan.. aku tak pernah tau seberapa besar rasa sayangku, tapi kebutuhanku akan dirinya, ketakutanku akan kata kehilangan, maupun keinginanku untuk jadi yg terbaik baginya, menyadarkanku baahwa semakin tak bisa kulalui hari tanpa dirinya.
hujan.. kutitipkan salamku untuknya. sampaikanlah bagaimana aku memaknai kehadirannya saat kau terlihat asik menebar segarmu dibalik jendela kamarku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar