Lalu apa ini?
Rasanya ingin kukoyak ratu talas hingga hilirku tepat ke hulu.
Aku bahkan tak tahu nyanyian rindu bisa sejahat ini,
pun tak tahu hatiku bisa semurka ini dengan serat pikir di kepalaku.
Aku benar- benar hilang arah.
Bukan kemana yg aku cari, tapi dimana?
File abu- abuku sudah benar- benar ingini kamu.
Seia dengannya, hatiku pun ternyata sudah lepas dari ragu.
Haruskah kutumpahkan isi bumi hingga kau tampakkan dirimu?
Dan haruskah kubuat dewa matahari menangis mendapati intannya menjadi harta karunku?
***
Lalu apa ini sebenarnya?
Masih berujar 'tak ada rindu?'
Aku mulai sangsi dengan lidahku.
Gengsinya terlalu tinggi akui rasaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar