Sabtu, 08 Januari 2011

hentikan waktuku


Gelisah. Itulah yg kurasa saat ini. Berbagai cara kulakukan untuk mengisi hati dan pikiranku, namun sepertinya tak ada ruang lagi. Penuh. Berserak semua sampah yg tak hanya belum dapat ku dahur ulang, bahkan kubuangpun belum bisa. Ingin rasanya aku melepas kepala ini, menumpahkan semua isi hati, dan menghapus semua kepaitan ini. Aku ingin bebas.
Aku melihat dunia ini begitu indah, tapi entah kenapa aku tidak bisa merasakannya. Segarnya udara yg kuhirup bahkan tak mampu menyentakkan ilusi yg berkecimpung di dalam batinku. Cantiknya mawar depan rumah maupun yg kulihat tak dapat menata samar dan kacaunya kenyataan di depan mataku yg siap hancurkanku setiap saat.
Aku tinggal menunggu waktu. Rasanya ingin sekali waktu itu tak pernah datang. Saat aku terpaksa melakukan sesuatu yg pastinya akan sangat menyakiti hatiku, meluluhlantakkanku, dan mencucurkan semua isakku. Rasanya tak sanggup aku menghadapinya.
Berkali- kali aku coba tuk hentikan waktuku. Aku begitu takut menyapa kedatangan hari itu. Begitu takutnya hingga aku coba berkali- kali mendatangkannya sendiri karna kupikir tak kan menyakitkan kalau aku yg mensutradarainya. Aku sakit. Aku galau. Aku kalut. Pecah rasanya semua pembuluh darahku. Sarafkupun tak mampu menjalankan masing2 tugasnya. Begitu hancurnya aku, begitu nyerinya palung hatiku, hingga dalam hitungan hari aku menyerah dan aku kembali mendustai kenyataan demi esok hari, demi semua urusanku dengan duniaku yg hanya mampu kuselesaikan bila hatiku menyatu dengan ragaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar