Gemetar kelopak mataku
Nanar cahaya hatiku
Pindarnya bak muramnya lentera
Energinya melahar membakar amarah
Ragaku terjerat gelas
Senyap, pengap, sesak
Ku tatap ke depan bayangnya terbias
Ku tatap ke atas harapanku terkuras
Semakin keras ku berteriak
Semakin beriak suara isak
Semakin keras ku menggusar
Semakin terkapar dan meranggas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar