Dear my fairy...
Langit malam ini indah sekali, sayang.
Bulan membentang sinarnya penuh kemegahan, tak biarkan hitam awan menyentuh apalagi menyelimuti semangatnya.
Angin berlomba memaniskan hembusnya, membelai jiwa yg bermahkotakan cinta.
Bintang saja heran, kemana hujan yg biasanya bertandang merampas keeksisannya dan sang dewi malam?
...dan kenapa dengan angin? kemana sifat arogan yg biasa menjadi julukannya itu?
lebih heran lagi... kemana gemuruh yg biasa ditanyakan oleh jiwa bernuansa jingga ini?
bulan yg hanya tersenyum mendengar semua tanya itu lalu mengerling ke sepoi angin yg tak mau pergi dari tuannya, dan tetap meniupkan apa yg disebut kenyamanan.
angin tak mau kalah. dibalasnya kerlingan bulan dengan menghempas manja membentuk dua hati melambangkan rasa yg orang kenal dapat merubah segala.
lalu jiwa itu berjalan ke arah merah hati yg menyerukan nama seseorang yg sangat dia kasihi... orang itu sedang berada di alam tidurnya sekarang, jauh di dalam sana mungkin dia sedang menari di bawah rinai yg sangat dia sukai itu. tapi kenapa dia seperti tak pernah meninggalkan jiwa tersebut? padahal siluman mimpi pasti sedang ketat2nya mengawal agar sandranya tidak melarikan diri dari alam warna- warni.
tapi kenapa? kenapa kemana jiwa itu berjalan, selalu dia menggetarkan? kenapa kemana jiwa itu berlari, selalu dia menyertai?
malam ini alam sungguh mengerti, sayang...
senyenyak tidurmu, sedamai itulah hatiku...
fairy, terimakasih untuk senyum dan candamu yg segarkan jiwa...
esok hari semoga mentari menghampiri tuk hangatkan hati...
your stupid bunny.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar