dear my love, somewhere over the rainbow.
aku bukan bintang yg selalu setia menghangatkan harimu
aku bukan bulan yg dengan gagahnya menjaga malammu
aku bukan pelangi yg menuang warna- warni di setiap kegelisahanmu
dan aku bukan matahari yg siap mempertahankan sinarnya meski hujan menitikkan ayunya
percik yg turun dari awan kelabu tak selalu dapat kutandaskan di pori tisu
debur lautan sangar yg dengan gagah bertandang pun tak selalu dapat kutakhlukkan dengan pembatas karang
aku hanyalah palet yg siap menjadi tempat saat kamu ingin menarikan kuas di atas kanvas bersketsa namun tak berwarna
di saat satu warna tak cukup tuk menyuarakan nyanyian rembulan yg tersemat di relung merah hati
padulah dengan satu warna lain atau lebih tanpa meragu dimana kecocokkan mejikuhibiniu akan tersurat indra penglihat
karna tak akan meletih selembar palet menjembatani pelangi yg mampu indahkan lengkung parasmu saat dunia akhirnya selaras dengan harapmu
berjanjilah bila takkan mengapa lukisan yg tak terselesaikan gradasi warnanya tergantikan oleh sebingkai sketsa baru yg siap mewadahi tiap gores kuasmu di spanjang binar mata karna papan sandaran yg tak pernah akan meletih itu tak melayak lagi oleh cat yg tak lagi basah karna kelembaban akhirnya melekat bersama singgahnya musim penghujan dari peraduan.
kasihku,
untuk hari- hariku yg selalu indah karnamu,
aku tak kan berhenti merenda elok memori yg tak kan pudar meski debu telah merajai sampul albummu
sehingga di setiap halaman yg kamu kunjungi kelak, aku tetap bisa menjembatani hadirnya pelangi yg pernah indahkan simpul bibirmu
dan kalaupun bulir embun memaksa tuk basahi bukit pipi, aku pastikan itu karna keindahan yg mengharu sampai ke kalbu
sayang,
yakinlah bahwa terik diciptakan oleh-Nya bukan tanpa keistimewaan untukmu dan untukku.
senyum itu, aku mau tabirnya selalu bertandang menyertaimu
with love, someone stays in your heart.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar