Minggu, 06 Februari 2011

Sixth Letter

Dear love...


Bahkan hari ini aku tak melihat mentari yg seharusnya menyapa minggu yg penuh arti untuk kita, sayang. Tak kulihat tanah disini kering sedikitpun karena langit tak henti- hentinya menitikkan bulirnya. Atau mungkin ini menandakan bahwa malam ini adalah pelabuhan terakhir hujan?

Bukankah seharusnya kita senang karna hujan termasuk dalam daftar yg kita sukai? Tapi kenapa rasanya hujan kali ini tak bersahabat lagi? Atau mungkin semua ini bukan tentang hujan? Ya.. mungkin ini tentang dentang jam yg tak hentinya menghentak palung jiwa. Menjalar ke arteri dan vena hingga jantung tak berirama lagi.

Bagaimana dengan esok? Alam tak lagi bisa diprediksi, sayang. Jadi? Apa yg harus kita persiapkan untuk menghadapi hari? Sesuaikan saja dengan panggilan alam. Tak perlu cemaskan karna apa yg kita cemaskan belum tentu terjadi. Yg perlu kita tau adalah apa yg ada di hati kita tak seperti alam yg tak tentu arahnya, tak seperti alam yg setiap saat bisa murka, tak seperti hujan yg tiba- tiba datang lalu menghilang.


Your idiot

Tidak ada komentar:

Posting Komentar